MIGRASI BURUH PADA PERKEBUNAN TEBU DI MOJOKERTO 1901-1942

Dwi Evi Fani, Marsudi Marsudi, Ronal Ridhoi

Abstract


Afdeeling Mojokerto is the second largest contributor to sugar production in Surabaya. Land expansion competition, acceleration of production results, as well as the pressure of life and a liberal economy encourage people to turn into laborers in sugar factories and plantations. The agrarian law of 1870 had an impact on the transfer of rights of state land ownership to private entrepreneurs. This shift caused the opening of new economic sectors which created a need for wage workers. This study aims to observe the migration of sugar cane plantation workers in Mojokerto region. The result of this study shows that migration, supported by an increase in health services, a conducive environment for settlement, and improvement in transportation infrastructure, substantively also present various problems coming from changes in the spatial structure due to the massive number of native laborers who came to the area. Therefore, the novelty of the study is the position of workers at the local level in the demographic problem that arises because of migration.


Keywords


migration, plantation workers, sugar cane, and Mojokerto

Full Text:

PDF

References


Anonim. 1904. “Financieele Berichten.” Het Vaderland 31 Oktober 1904, No. 258. Avondblad A.

Anroiij, Francien. 2014. De Koloniale Staat: Negara Kolonial 1854-1942. Leiden: National Archief.

Batten, F. 1923. Memori Residen Madura. Jakarta: Arsip Nasional Republik Indonesia.

Colombijn, Freek, Martine Barwegen, Purnawan Basundoro, dan Johny Khusairy. 2019. Kota Lama Kota Baru: Sejarah Kota-Kota di Indonesia. Yogyakarta: Ombak.

Colombijn, Freek, dan Joost Cote. 2015. Cars, Conduits, and Kampongs: The Modernization of the Indonesian City, 1920-1960. Leiden: Brill.

Dewi, Pratika Rizki. 2020. “Perempuan-Perempuan di Industri Gula Surakarta Abad XIX-XX.” Lembaran Sejarah 16(1):37-47.

Elson, Robert Edward. 1984. Javanese Peasant and the Colonial Sugar Industry: Impact and Change in an East Java Residency, 1830-1940. Singapore: Oxford University.

Gilarsi, Eriyono, dan Sarkawi Husain. 2019. “Menjinakkan Si Jago Merah: Kebakaran Hutan dan Strategi Penanganannya di Mojokerto, Jawa Timur (1890-1939).” Jurnal Masyarakat Sejarawan 2(2):66-82.

Handinoto, Kartika Nugrahini. 2015. Perkembangan Kota di Jawa Abad XVIII sampai Pertengahan Abad XX. Yogyakarta: Ombak.

Hartono, Mudji. 2014. “Realisasi Politik Etis di Bojonegoro pada Awal Abad XX: Kajian Sosial Ekonomi.” ISTORA: Jurnal Pendidikan dan Sejarah 10(1).

Hartono, Mudji. 2010. “Migrasi Orang Orang Madura di Ujung Timur Jawa Timur: Suatu Kajian Sosial Ekonomi.” ISTORIA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah 8(1).

Hillen, W. P. 1978. Memori Residen Surabaya (W.P. Hillen) pada 4 Juli 1924 dalam Arsip Nasional Republik Indonesia, Memori Serah Jabatan 1921-1930 (Jawa Timur dan Tanah Kerajaan). Jakarta: Arsip Nasional Republik Indonesia.

Kartodirdjo, Sartono. 1992. Pendekatan Ilmu Sosial dalam Metodologi Seiarah. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Kolonial, Verslag. 1892. Suikercultuur Op Java. Bijlagen van Het Verslag Der Handelingen van de Tweede Kamer Der Staten Generaal 1900- 1901, Bijlage C.

Kolonial Verslag. 1892. Suikercultuur Op Java. Bijlagen van Het Verslag Der Handelingen van de Tweede Kamer Der Staten Generaal 1900- 1901, Bijlage C.

Kuntowijoyo. 2003. Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Kusumawardani, Prita Ayu. 2017. Kereta Api di Surabaya 1910-1930. Yogyakarta: Gapura Publishing.

Lee, Evereet S. 2000. Teori Migrasi. Yogyakarta: Pusat Penelitian dan Kependudukan UGM.

Margana, Sri, dan M. Nursam. 2010. Kota-Kota di Jawa: Identitas, Gaya Hidup dan Permasalahan Sosial. Yogyakarta: Ombak.

Miskiyyah, Latifatul. 2020 . “Memukimkan Masyarakat yang Terpinggirkan di Kota Mojokerto Tahun 1970-1987: Kampung Rehabilitasi Cakarayam II dan Balongcangkring II.” Skripsi, Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga, Surabaya.

Mutmainnah, Nurul, Lala Kolopaking, dan Ekawati Wahyuni. 2014. “Urbanisasi di Kota Balikpapan: Formasi Sosial Keluarga Pendatang Miskin.” Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 18(1):51-65.

Nagazumi, Akira. 1986. Indonesia dalam Kajian Sarjana Jepang: Perubahan Sosial Ekonomi Abad XIX & XX dan Berbagai Aspek Nasionalisme Indonesia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Nasution. 2006. Ekonomi Surabaya pada Masa Kolonial (1830-1930). Surabaya: Penerbit Intelektual.

Padmo, Soegijanto. 1999. “Perpindahan Penduduk dan Ekonomi Rakyat Jawa, 1900-1980.” Humaniora 11(3):56-66.

Poesponegoro, Marwati Djoened, dan Nuroho Notosusanto. 2010. Sejarah Nasional Indonesia II: Zaman Kuno. Jakarta: Balai Pustaka.

Reegerings Almanak. 1914. Reegerings – Almanak Voor Nederlandsch-Indie (Tweede Gedeelte). Batavia.

Ridho’i, Ronal. 2018. “Antara Pemerataan dan Eksploitasi Lahan: Sidoarjo Dalam Swp Gerbang kertosusila, 1996-2011.” Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya 2(1):1- 16.

_______. 2013. “Mojosari 1982-2012: Perkembangan Ekologi sebuah Kota Kecamatan di Kabupaten Mojokerto.” Skripsi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang.

Sari, Rahmawati. 2014. “Kota Mojokerto pada Masa Pemerintahan Walikota Samioedin 1979-1989.” Skripsi, Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga, Surabaya.

Sayono, Joko, Lutfiah Ayundasari, Wahyu Djoko Sulistyo, dan Ronal Ridho’i. 2019. “Utilization of Syphon Metro Kepanjen as Outdoor Learning Site for History Students.” Advance in Social Science, Education and Huma nities Research 320:69-73.

Statistical Abstract for the Netherlands East-Indies. 1927. Statistical Abstract for the Netherlands East Indies. Batavia Centrum: Voor loopige Uitkomsten te Gedeelte Java en Madoera. Departemen van Landbouw, Nijverheid en Handel.

Subroto, Yoyok Wahyu. 2002. “Perluasan Kota dalam Realitas Sosial dan Kultural Masyarakat.” Populasi 13(1):37-48.

Suryo, Djoko, dan Sartono Kartodirdjo. 1991. Sejarah Perkebunan di Indonesia: Kajian Sosial Ekonomi. Yogyakarta: Aditya Medika.

Swasono, Sri Edi, dan Masri Singarimbun. 1986. Sepuluh Windhu Transmigrasi di Indonesia 1905- 1985. Jakarta: UI Press.

Tjiptoherijannto, Prijono. 1999. “Urbanisasi dan Pengembangan Kota di Indonesia.” Populasi 10(2):57-72.

Volkstelling 1930. Volkstelling 1930 Part I, Prelimary Result of the Census of 1930 in the Netherlands East-Indies. Batavia Centrum: Departement van Landbouw, Nijverheiden Handel Landsdrukkerij-1931.

Volkstelling 1930 Volume III. 1930. Inheemsche Bevolking van Oost Java: Cencus of 1930 in Native Population in East Java. Batavia Centrum: Departemen van Eco nomische Zaken.

Volkstelling 1930 Volume VI. 1930. Census of 1930 in Netherlands India: Europeanen in Nederland sch-Indie, disunting oleh N. E. H. Departement van Landbouw. Batavia Centrum.

Volkstelling 1930 Volume VIII. 1930. Overzicht Voor Nederlandsch Indie: Summary of the Volumes I-VII. Batavia Centrum: Depar tement van Economische Zaken.

Widianto. 2018. “Otomatisasi pada Stasiun Gilingan di Pabrik Gula Gempolkerep PTPN X Mojokerto.” Laporan Kerja Praktik, Program Studi S1 Sistem Komputer, Fakultas Teknologi dan Informatika, STIKOM, Surabaya.

Yulianingsih, Wiwik. 2012. “Sejarah Kota Modjokerto (1918-1942).” Skripsi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang.




DOI: https://doi.org/10.33652/handep.v5i2.228

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

JURNAL HANDEP INDEXED BY :

                                                                      

 

 

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.