KEBINEKAAN MELAYU STUDI MELAYU SAMBAS DALAM LINTASAN SEJARAH DAN BUDAYA

Sunandar Sunandar, Tomi Tomi, Lamazi Lamazi

Abstract


Sambas society has been shaped over a long history. Several folklores serve as the foothold in interpreting and referring to the dynamics of the past. This paper contains two popular stories, namely Sambas from the eternal friendship between Syamsudin and Saribas, and Sambas which is interpreted as three ethnic groups. The two stories became the basis for seeing the diverse Sambas. To reveal the diversity of Malay Sambas, the research was carried out in four stages of the historical method, namely heuristics, verification, interpretation, and historiography. This study shows that the diversity in Sambas is recorded in the people’s collective memory, which aims to unite existing individuals.

Keywords


Malay, Sambas, diversity, and complex

Full Text:

PDF

References


Abdullah, Irwan. 2015. Konstruksi dan Reproduksi Kebudayaan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Abdullah, Taufik. 1990. “Di Sekitar Sejarah Lokal di Indonesia.” Hlm. 1-56 dalam Sejarah Lokal di Indonesia, disunting oleh T. Abdullah. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Abdurrahman, Dudung. 2007. Metode Penelitian Sejarah. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Ahmad, A. Samad. 2008. Sulatus Salatin Sejarah Melayu. Edisi Pela. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia.

Ahmad D, M. Zaini. 1998. Perkembangan Kabupaten Sambas dan Sejarahnya. Singkawang.

Al-Attas, Syed Muhammad Naquib. 1990. Islam dalam Sejarah dan Kebudayaan Melayu. Bandung: Mizan.

Amiruddin, Zulkifli. 2007. Nasionalisme Aceh dan Nasionalisme Indonesia 1900- 2007. Yogyakarta: Sekolah Pascasarjana UGM.

Aslan, Suhari, Antoni, M. Ali Mauludin, dan Galuh Nashrulloh Kartika MR. 2020. “Dinamika Keagamaan Masyarakat Perbatasan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.” Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya 22(1):90.

Bagir, Zainal Abidin, AA GN Ari Dwipayana, Mustaghfiroh Rahayu, Trisno Sutanto, dan Farid Wajidi. 2011. Pluralisme Kewargaan: Arah Baru Politik Keragaman di Indonesia. Bandung: Mizan.

Braginsky, V. I. 1998. Yang Indah, Berfaedah dan Kamal: Sejarah Sastra Melayu dalam Abad 7-19. Jakarta: INIS.

Burke, Peter. 2011. Sejarah dan Teori Sosial. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Collins, James T. 2005. Bahasa Melayu Bahasa Dunia, Sejarah Singkat. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Gottschalk, Louis. 2010. Mengerti Sejarah: Pengantar Metode Sejarah. Diterjemahkan oleh N. Susanto. Jakarta: Yayasan Penerbit Universitas Indonesia.

Hall, D. G. E., William Marsden, dan John Bastin. 1967. “The History of Sumatra.” Pacific Affairs 40(1/2):165.

Hariyono, Hariyono. 2017. “Sejarah Lokal: Mengenal yang Dekat, Memperluas Wawasan.” Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya 11(2):160-66.

Hoevell, W. R. van 1853. Tijdschrift voor Nederlandsch Indie: 13de Jaargang Afl. 1-6 Eerste Deel. disunting oleh J. Zalt-Bommel. Nedherland: Noman en Zoon,.

Irwan Abdullah, dan Intan Pemata Sari. 2014. “Politik Identitas Masyarakat Perbatasan Indonesia -Malaysia: Kasus Badau di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.” Jurnal Kawistara 4(3).

Isjoni. 2007. Orang Melayu di Zaman yang Berubah. Jakarta: Pustaka Pelajar.

Ismail, Muhammad Gade. 1985. “Politik Perdagangan Melayu di Kesultanan Sambas Kalimantan Barat: Masa Akhir Kesultanan (1808-1818).” Tesis, Fakultas P a s c a s a r j a n a U n i v e r s i t a s Indonesia, Jakarta.

Jaelani. 2014. “Sultan Muhammad S ya f i u d d i n II: P e m i m p i n Kharismatik dari Ujung Utara Borneo Barat.” Khatulistiwa 4(2):127-38.

Jones, Tod. 2015. Kebudayaan dan Kekuasaan di Indonesia: Kebijakan Budaya Selama Abad ke-20 hingga Era Reformasi. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Kartodirjo, Sartono. 1993. Pendekatan Ilmu Sosial dalam Metodologi Sosial. Jakarta: Gramedia.

Liaw Yock Fang. 2011. Sejarah Kesusastraan Melayu Klasik. Diterjemahkan oleh R. K. TohaSarumpaet. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Muthohar, Ahmad, dan Anis Masykhur. 2011. “Islam Dayak: Dialektika Identitas Dayak Tidung dalam Relasi SosialAgama di Kalimantan Timur.” Hikmah Journal of Islamic Studies VII(1):1-32.

Nazir, H. M. 2005. “Islam dan Budaya Melayu: Sinergi yang Mengukuhkan Keindonesiaan.” Hlm. dalam Menjadi Indonesia: 13 Abad Eksistensi Islam di Bumi Nusantara, disunting oleh A. G. A. Komarudin Hidayat. Jakarta: Mizan.

Poerwanto, Hari. 2014. Cina Khek di Singkawang. Jakarta: Komunitas Bambu.

Pranoto, Suhartono W. 2010. Teori dan Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Saprima, Tendi, Etriadi, dan Nasrullah. 2020. “Permainan Gasing di Sambas.” Jurnal Sambas (Studi Agama, Masyarakat, Budaya, Adat, Sejarah) 3(1):13-27.

Schulte Nordholt, Henk, dan Gerry van Klinken. 2007. “Introduction.” Renegotiating Boundaries: Local Politics in Post Suharto Indonesia.

Siahaan, Harlem. 1994. “Konflik dan Perlawanan: Kongsi Cina di Kalimantan Barat 1770-1854.” Prisma 12(XXIII):41-56.

Siregar, Hamka. 2013. “Dynamic o f Lo c a l Is l a m : Fa t w a o f Muhammad Basiuni Imran, the Grand Imam of Sambas, on the Friday Prayer Attended by Fewer than Forty People.” Al-Albab 2(2):187-202.

Sjamsudin, Helius. 2007. Metodologi Sejarah. Revisi. Yogyakarta: Ombak.

Stryker, Sheldon. 1992. “Identity Theory.” Hlm. dalam Encyclopedia of Sociology, disunting oleh Edgar F. Borgatta. New York: Macmillan.

Sunandar, Nur Syamsiah, Radimin, Pitria, Gunawan. 2020. Sejarah Desa Penakalan: Asal Usul, Perkembangan Sosial, Ekonomi, dan Budaya. Pontianak: CV Derwati.

Sunandar, Duski Ibrahim, dan Nor Huda. 2019. “Resonansi Maharaja Imam Muhammad Basiuni Imran (1885-1976) di Sambas.” Medina-Te 15:142-43.

Sunandar. 2014. “Melacak Hubungan Kesultanan Sambas dan Bugis (Studi Awal terhadap Naskah Tuhfat Al-Nafis).” KhatulistiwaJournal of Islamic Studies 4(2):117–26.

_______. 2015a. “Melayu Dalam Tantangan Globalisasi: Refleksi Sejarah dan Berubahnya Sistem Referensi Budaya.” Jurnal Khatulistiwa-Journal of Islamic Studies 5.

_________. 2015b. “Politik Identitas dan Tan tangan Globa lisasi Masyarakat Perbatasan dalam Menghadapi MEA 2016.” Hlm. 11-27 dalam Peluang dan Tantangan Negara-Negara di Kawasan Borneo dalam Menghadapi MEA. Malang: Dream Litera.

_______. 2016. “Hegemoni Penambang Emas di Monterado Tahun 1770-1850.” Falsafah II(1):34- 39.

Suni, Bakran dan Pabali Musa. 2007. Laporan Akhir Pekerjaan, Penelitian Sejarah Melayu Sambas. Pontianak.

Syafii Maarif, Ahmad. 2015. “Menimbang Kembali Keindonesiaan dalam Meneropong Masalah Keadilan, Kemanusiaan, Kebinekaan, dan Toleransi.” Hlm. 360 dalam Fiqih Kebinekaan, disunting oleh A. F. Wawan Gunawan Abdul Wahid, Muhammad Abdullah Darraz, Fanani. Bandung: Mizan.

Veth, P. J. 2012. Borneo Bagian Barat: Geografis, Statistik, dan Historis. Diterjemahkan oleh P. Yeri. OFM, Cap. Pontianak: Institut Dayakologi.

Vickers, Adrian. 2009. Peradaban Pesisir: Menuju Sejarah Budaya Asia Tenggara. Yogyakarta: Pustaka Larasan.

Vleming, J. L. Jr. 1989. Kongsi dan Spekulasi: Jaringan Kerja Bisnis Cina. Jakarta: Grafiti Pers.




DOI: https://doi.org/10.33652/handep.v4i2.145

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

JURNAL HANDEP INDEXED BY :

                                                          

 

 

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.