BAHASA MELAYU RENDAH DALAM SURAT KONGSI CINA LANFONG DI KALIMANTAN BARAT PERIODE KOLONIAL

Dana Listiana

Abstract


Tulisan ini bertujuan untuk menggambarkan salah satu bahasa sumber arsip periode kolonial dan memahami konteks sosiologis bahasa berdasarkan fungsi dan waktu ketika bahasa tersebut digunakan. Berdasarkan studi kepustakaan diketahui bahwa sumber periode kolonial juga meliputi arsip berbahasa Melayu Rendah. Sumber arsip yang ditelaah adalah surat permohonan dari Kongsi Lanfong di Kalimantan Barat kepada Pemerintah Hindia Belanda. Kongsi Lanfong adalah sebuah kongsi Cina, entitas politik komunitas Cina yang bermula dari kelompok aktivitas ekonomi, dengan aktivitas utama berupa penambangan emas di Mandor. Aktivitas tersebut pulalah yang melatari penulisan surat yang ditelaah dalam artikel ini. Surat menunjukkan bahwa bahasa Melayu Rendah digunakan sebagai bahasa diplomatik bahkan oleh kelompok yang bukan penuturnya. Hal ini menarik karena berlaku di kala pemerintah kolonial belum resmi menetapkan bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar.


Keywords


Melayu Rendah, arsip, Lanfong, kongsi, dan surat

Full Text:

PDF

References


Alamsyah. 2018. “Kontribusi Arsip dalam Rekonstruksi Sejarah (Studi di Keresidenan Jepara dan Tegal Abad Ke-19),” dalam ANUVA: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol. 2 (2), hlm. 153-163.

ANRI, Inventaris Arsip Borneo Westerafdeeling No. 177, Ikhtisar Singkat. Mengenai Industri dan Perdagangan di Borneo Tahun 1849.

_____, Inventaris Arsip Borneo Westerafdeeling No. 233 Th. 1852, Catatan Pangeran Bandahara Tahun 1850.

_____, Inventaris Arsip Borneo Westerafdeeling No. 310 Th. 1881, Surat Sultan Pontianak ke Gubernur Jendral Landsburg tanggal 7 Agustus 1881.

_____. TT. Inventaris Arsip Borneo Westerafdeeling. Jakarta: ANRI.

_____. 2016. Panduan Penelusuran Arsip Statis. Jakarta: ANRI.

Collins, James T. 2005. Bahasa Melayu Bahasa Dunia, Sejarah Singkat. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Gaillet, Lynee Lewis. 2010. “Archival Survival: Navigating Historical Research,” dalam Ramsey, Alexis E. et al. (ed.), Working in the Archives: Practical Research Methods for Rhetoric and Composition. Carbondale: Southern Illnois University Press.

Earl, George Windsor. 1837. The Eastern Seas or Voyages and Adventures in The Indian Archipelago in 1832-33-34. London: Wm. H. Allen and Co.

Groeneboer, Kees. 1995. Jalan ke Barat, Bahasa Belanda di Hindia Belanda 1600-1950: Sejarah Politik Bahasa. Jakarta: Erasmus Taalcentrum.

http://www.sejarah-nusantara. anri.go.id/id/diplomatic-letters1683-1744/, diakses pada Maret 2018.

Listiana, Dana. 2017. Sistem Pacht dan Perluasan Negara Kolonial di Pontianak 1819-1909. Tesis. Yogyakarta: Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada.

Lohanda, Mona. 2011. Membaca Sumber Menulis Sejarah. Yogyakarta: Ombak.

Poerwanto, Hari. 2005. Orang Cina Khek dari Singkawang. Jakarta: Komunitas Bambu.

Rafferty, Ellen. 1984. “Languages of the Chinese of Java: An Historical Review,” dalam The Journal of Asian Studies, Vol. 43, No. 2, hlm. 247-272.

Salmon, Claudine. 1996. “Asal-Usul Novel Melayu Modern: Tjhit Liap Seng (Bintang Tujuh) Karangan Lie Kim Hok (1886-1887),” dalam Leo Suryadinata (ed.), Sastra Peranakan Tionghoa Indonesia. Jakarta: Grasindo.

Shellabear, W.G. 1913. “Baba Malay. An Introduction to the Language of the Straits-born Chinese,” dalam Journal of the Straits Branch of the Royal Asiatic Society, No. 65, hlm. 49-63.

Somers-Heidhues, Mary. 2008. Penambang Emas, Petani, dan Pedagang di Distrik Tionghoa Kalimantan Barat. Jakarta: Yayasan Nabil.

Sumardjo, Jakob. 2004. Kesusastraan Melayu Rendah Masa Awal. Yogyakarta: Galang Press.

Stoler, Ann Laura. 2000. Along the Archival Grain: Epistemic Anxieties and Colonial Common Sense. Princeton: Princeton University Press.

Tan Chee-Beng. 1980. “Baba Malay Dialect,” dalam Journal of the Malaysian Branch of the Royal Asiatic Society, Vol. 53, No. 1 (237), hlm. 150-166.

Wibisono, Joss. 23 Januari 2012. “Bahasa Belanda di Nusantara: Dibayangi VOC,” dalam Tempo.

_________. 8 September 2013. “Melajoe Belanda,” dalam Tempo.

Yuan Bingling. 1998. Chinese Democracies: A Study of The Kongsis of West Borneo 17761884. Tesis. Leiden: Leiden University.




DOI: https://doi.org/10.33652/handep.v2i1.23

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

JURNAL HANDEP INDEXED BY :

                                                          

 

 

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.