EKSPEDISI MILITER BELANDA DI MANDAR 1905-1907

Abd Karim

Abstract


Penguasaan Belanda atas wilayah Sulawesi secara utuh dimulai pada 1906. Otoritas Belanda atas Mandar tampak dari perubahan status Mandar menjadi negara bawahan. Kondisi itu terekam dalam laporan ekspedisi militer pemerintah Hindia Belanda 1905-1906, sebuah aksi bersenjata penentu kejatuhan wilayah terakhir di Sulawesi. Bagaimana dan mengapa ekspedisi militer yang menjadi kunci penguasaan Belanda di seluruh wilayah Sulawesi tersebut dapat berhasil adalah pokok permasalahan dari tulisan ini. Dengan menggunakan metode sejarah yang terdiri atas heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi, permasalahan tersebut akan dibahas dalam tulisan ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspedisi militer Belanda melahirkan pergulatan elite lokal yang dimanfaatkan Belanda untuk diadu domba. Belanda yang kesulitan menghadapi perlawanan rakyat Mandar akhirnya bersepakat dengan sebagian kelompok bangsawan untuk bekerja sama. Dengan demikian, rakyat Mandar yang dipimpin oleh I Sendjata dan Ammana I Wewang juga harus melawan bangsawan Mandaryang berada di pihak pemerintah Hindia Belanda. Pemerintah Hindia Belanda akhirnya menjadi pemenang dan cita-cita desentralisasi untuk membentuk sistem administrasi yang tunggal terlaksana.


Keywords


ekspedisi militer, Mandar, perjuangan, dan elite lokal

Full Text:

PDF

References


Ali, Ismail. 2014. Ketuanan Bajak Laut Suku Mandar di Laut Celebes dan Reaksi Kolonial Belanda pada Abad Ke-19. Diunduh Oktober, 2019 (https:// d o c p l a y e r. n e t / 4 8 3 6 7 3 7 4 - Universiti-malaysia-sabah-2014- isbn-proceedings-of-the-1-stinternational-maritime-conference1 - s t - i m c 2 0 1 4 - o c t o b e r - 2 1 - 2014.html).

Amir, Muhammad. 2017. “Gerakan Petta Barang di Daerah Bugis pada 1906-1913.” Al-Qalam 23(2): 209-222.

_____. 2018. Perlawanan Sawitto Terhadap Belanda di Sulawesi Selatan Pada 1905-1906. Walasuji 9(1):1-21.

Anon. 1906a. “De Preanger-Bode.” No.293, December 17, 1.

Anon. 1906b. “Haagsche Courant.” No. 7193, August 11, 1. ANRI. 1906. Kontrak Balanipa No 662.

ANRI. 1907. Kolonial Verslag. ANRI. 1908. Kolonial Verslag.

ANRI. 1909. Kontrak Balanipa, No. 663.

ANRI.1905. Vervolg op Dezerzijdsche Geheim Massive 15 December, No. 476.

ANRI. 1910. Regeerings Almanak voor Nederlandsch-Indie.

Boom, C.N. 1912. Nota van Toelichting Betreffende het Landschap Balangnipa. Batavia: Albrecht & Co.

Dienst van Oorlog in Nederlandsch Indie. 1916. Indisch Militair Tijdschrift. De Expeditie naar Zuid-Celebes in 1905-1906, Eerste Gedeelte de actie in Gowa, Adjataparang en Masenrempoeloe en in Mandar. BataviaWeltevreden: G. Kolff & Co.

Furnivall, J. S. 2009. Hindia Belanda/: Studi tentang Ekonomi Majemuk. Jakarta: Freedom Institute.

Hanoch, Luhukay. 2006. Memori Asisten Residen W.J. Leids Selama Bertugas di Mandar. Makassar: Yayasan Kaitupa.

Karim, Abd. 2018. Jatuhnya Kerajaan Balanipa: Penataan Wilayah Mandar 1905-1942. Jakarta: Direktorat Sejarah, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan

_______, 2018. “Political Contestation, Political Elite Contestation of Balanipa Kingdom and Netherland Colonial Government in 1870- 1905.” IJPSLIR InternationalJournal of Political Science, Law and International Relations 8(1):1-10.

_____. 2019. “Lontara’ Pattodioloang sebagai Sumber Sejarah Mandar 1850-1905.” Abad: Jurnal Sejarah 03(2):5-17.

Kartodirdjo, Sartono. 1973. Ikhtisar Keadaan Politik Hindia-Belanda Tahun 1839-1848. Arsip Nasional Republik Indonesia.

Laely, N.2018. Sistem Pemerintahan Kolonial Hindia Belanda di Onderafdeling Bonthain 1905- 1942. Disertasi, Universitas Negeri Makassar.

Latif, Abd. 2014. “Diplomasi Dan Ekspedisi Militer Belanda Terhadap Tiga Kerajaan Lokal Di Sulawesi Selatan 1824-1860.” Sosiohumanika 7(2):159-174.

Locher-Scholten, Elsbeth. 1994. “Dutch Expansion in the Indonesian Archipelago around 1900 and the Imperialism Debate.” Journal of Southeast Asian Studies 25(1):91–111.

Michielsen, A.W.A. 1915. Indisch Militair Tijdschrift. De Expeditie Naar Zuid-Celebes in 1905-1906/. Batavia-Weltevreden:G. Kolff&Co.

Mirawati, Ina. 2013. “Dari Perahu Sri Komala Hingga Puputan; P e r l a w a n a n Te r h a d a p Pemerintahan Hindia Belanda 1906.” Citra Lekha 17(1):33-42.

Muhajir, Ahmad. 2018. “Langkah Politik Belanda di Aceh Timur: Memahami Sisi Lain Sejarah Perang Aceh, 1873-1912.” Mukadimah: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-Ilmu Sosial 1(2):160-71.

Poelinggomang, Edward L. 2012. Sejarah dan Budaya Sulawesi Barat. Makassar: Balai Pelestarian Nilai Budaya Makassar-De Lamacca.

Rahmatullah. 2018. Watang Lipu La Palloge dalam Menentang Imperialisme Belanda di Kerajaan Soppeng (1905-1906). Tesis, Universitas Negeri Makassar.

Sinrang, S. 1994. Mengenal Mandar Sekilas Lintas Perjuangan Mandar Melawan Belanda (1667- 1949). Ujung Pandang: Yayasan Kebudayaan Mandar Rewata Rio.

Soerabaiasch-Handelsblad. 1906. “De Aanval op de Kampong Madjene (Mandhar).” SoerabaiaschHandelsblad, 20 Juli.

Southgate, Beverley. 2001. History: What and Why?: Ancient, Modern and Postmodern Perspectives. London: Routledge.

Swart, H. N. A. 1908. Memorie van Overgave. Syah, Tanawali Aziz. 1992. Lontarak 2 Pattodioloang di Mandar. Ujung Pandang: Taruna Remaja.

Universitaire Bibliotheken Leiden. 1930. “Automobielkaart van Zuid Celebes.” Diunduh Oktober, 2020 ( h tt p s :/ / d i gi t a lc o l l ec t i on s . universiteitleiden.nl/view/item 8 1 7 2 6 8 ? s o l r _ n a v % 5 B id%5D=af5af995e6d996511abf& solr_nav%5Bpage%5D=0&solr_nav %5Boffset%5D= 15).

Vorstman, F.C. 1924. Memori van Overgave Gouverneur Celebes en Onderhoorigheeden.

Yasil, Suradi, Banru Talib, dan Muhammad Ridwan. 2012. Naskah Awal Sejarah Polewali Mandar. Polewali Mandar: Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika.




DOI: https://doi.org/10.33652/handep.v3i2.79

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

JURNAL HANDEP INDEXED BY :

                                                                      

 

 

 

Lisensi Creative Commons

This work is licensed under a Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.